EtiKa

Etika peergaulan

Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistim pengaturan pergaulan tersebut menjadikan manusia saling menghormati satu sama lain, aturan itu ada yang menyebutnya sopan santun, etika, tata krama protekoler dan banyak lagi sebutan lainnya. Dengan adanya etika atau sopan santun tersebut membuat orang akan senang dalam bergaul dan maka akan terjadi interaksi yang tentram dan saling menghormati satu sama lainnya. Berbicara mengenai etika saya akan bercerita sedikit tentang etika yang saya temui di negara jepang ini, saya tidak banyak bercerita dalam hal ini hanya sedikit yang hanya saya temui saja.   Orang jepang sering mengucapkan kata  irasshaimase  yang artinya selamat datang, ungkapan itu sering diucapkan orang jepang pada saat menyambut pelanggannya, kata-kata itu sering terdengar.  Pada mulanya saya merasa aneh tapi memang itulah ungkapan-ungkapan yang dilontarkan untuk menyambut pelanggan, sepintas seperti basa basi tapi setelah saya perhatikan mereka memang mengerjakan dengan penuh kesungguhan.  Dan mengucapkan salam merupakan etika dasar yang di negara mana saja memang dilakukan seperti kita di Indonesia karena kita muslim kita biasa mengatakan Assalamualaikum dan banyak salam lainnya. Di jepang salah satu salam yang diucapkan yaitu  ohaiyo gozaimasu kalau kita ketemu pagi hari, konniciwa pada  saat kita ketemu siang dan konbanwa pada saat kita ketemu malam. Tapi kalau berjabat tangan di Jepang itu tidak biasa dilakukan karena memang bukan budaya mereka. Untuk menggantikan  biasanya mereka akan membungkuk badan yang akan dilakukan lebih dalam lagi dan dilakukan selama berkali-kali. Ada juga saya temukan, saya tidak tahu apakah ini bisa dikatakan etika juga,seperti waktu kita naik kereta api, ternyata pada saat kita mau naik kereta biasanya penumpang yang mau naik berdiri berbaris dipinggir pintu, sedangkan penumpang yang mau turun berjalan ditengah ( jadi yang mau naik memberi kesempatan pada penumpang yang turun, sehingga mereka kepinggir) Pada saat  naik eskalator di Jepang ini juga ada  etikanya, biasanya kalau kita pergi berdua pada saat di eskalator kita berdirinya bersebelahan sementara kalau disini berdiri tidak bersebelahan tapi depan belakang, ( jadi satu di depan satu lagi dibelakang, dengan kata lain eskalotor tersebut dibagi dalam dua jalur yaitu  cepat, dan ada jalur lambat, jadi bagi orang yang buru-buru tidak merasa terhalangi dalam naik eskalotor atau turun eskalator.

Etika naik eskalator

Etika lain yang saya  disini juga yaitu tidak boleh membuang ludah sembarangan, sebenarnya kita di Indonesia juga dianjurkan seperti itu tapi tetap saja banyak yang melanggarnya. Itulah sedikit tentang etika yang saya temui.

About these ads

3 comments on “EtiKa

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s